selamat datang di blog raden mas suryo

Sabtu, 11 Januari 2020

Contoh materi ToolBox / P5M Dalam Satu Bulan

Tema Safety Talk/ Toolbox- Juni 2020
HENTIKAN MENGAMBIL JALAN PINTAS! Selalu ikuti SOP/JSA!


Minggu 1 : 1 – 11 Juni 2020
Kenali dan kendalikan potensi bahaya pekerjaan Anda

1 Juni           Kenali sumber – sumber bahaya pekerjaan Anda
2 Juni           Kenali potensi bahaya yang bersumber dari peralatan kerja
3 Juni           Kenali potensi bahaya yang bersumber dari pekerja
4 Juni           Kenali potensi bahaya yang bersumber dari metode/cara kerja
5 Juni           Kenali potensi bahaya yang bersumber dari material yang digunakan
6 Juni           Kenali potensi bahaya yang bersumber dari lingkungan kerja
7 Juni           Pahami dan terapkan hirarki pengendalian potensi bahaya/resiko
8 Juni           Kendalikan potensi bahaya yang bersumber dari peralatan kerja
9 Juni           Kendalikan potensi bahaya yang bersumber dari pekerja
10 Juni         Kendalikan potensi bahaya yang bersumber dari metode/cara kerja
11 Juni         Kendalikan potensi bahaya yang bersumber dari material dan lingkungan

Minggu 2 : 12 – 18 Juni 2020  
 Susun JSA bila SOP tidak ada 

12 Juni         Pahami pentingnya S0P (Standard Operating Procedure)
13 Juni         Pahami SOP pekerjaan yang Anda lakukan
14 Juni         Ikuti SOP pekerjaan yang Anda lakukan
15 Juni         Pahami pentingnya JSA (Job Safety Analysis) bila SOP tidak ada  
16 Juni         Susun JSA bila SOP tidak ada
17 Juni         Sosialisasikan JSA kepada semua pekerja
18 Juni         Monitor penerapan JSA selama pekerjaan berlangsung

Minggu 3 : 19 – 25 Juni 2020
Periksa peralatan dan lingkungan kerja sebelum mulai bekerja 
19 Juni         Kenali peralatan kerja yang akan digunakan 
20 Juni         Kenali  dan kendalikan potensi bahaya peralatan kerja yang akan digunakan 
21 Juni         Periksa peralatan kerja sebelum digunakan 
22 Juni         Pastikan peralatan kerja telah lulus commisioning/testing  
23 Juni         Jangan gunakan peralatan kerja yang rusak/tidak standar
24 Juni         Periksa lingkungan kerja sebelum pekerjaan dimulai
25 Juni         Kendalikan potensi bahaya yang bersumber dari lingkungan kerja
           
Minggu 4 : 26 – 31 Juni 2020
Jangan mengambil jalan pintas 

 26 Juni         Kenali dan kendalikan bahaya pada pekerjaan Anda 
27 Juni         Kendalikan potensi bahaya/resiko dengan mengikuti SOP/JSA 
28 Juni         Jangan mengambil jalan pintas yang membahayakan keselamatan 
29 Juni         Hentikan pekerjaan yang tidak aman 
30 Juni         Laporkan pekerjaan yang tidak aman kepada supervisor


                                          
 Juni 2012

1 Juni
Tema keselamatan bulan Juni 2020 adalah Hentikan mengambil jalan pintas! Selalu Ikuti SOP/JSA!

Tema minggu pertama Juni 2020 adalah Kenali dan kendalikan potensi bahaya pekerjaan Anda.

Kenali sumber – sumber bahaya pekerjaan yang kita lakukan. Potensi bahaya pekerjaan dapat berasal dari peralatan kerja yang kita gunakan, cara atau metode kerja yang kita terapkan, material yang digunakan, lingkungan kerja di mana pekerjaan dilakukan atau bahkan bersumber dari pekerja sendiri.  

2 Juni
Kenali potensi bahaya yang berasal dari peralatan kerja yang kita gunakan. Peralatan kerja atau tools, alat berat atau kendaraan yang kita operasikan merupakan sumber bahaya yang sewaktu – waktu dapat mencederai kita. Contoh sumber bahaya yang berasal dari peralatan kerja adalah alat berat atau kendaraan yang mengalami kerusakan pada rem atau kemudinya.  

3 Juni
Kenali potensi bahaya yang berasal dari pelaku pekerjaan atau pekerja. Ada tiga aspek kompetensi pekerja yang mendukung proses kerja aman, yaitu pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Bila salah satunya tidak terpenuhi berarti pekerja tidak kompeten dalam melakukan pekerjaan. Bila pekerja yang tidak kompeten tetap bekerja maka akan terjadi kecelakaan yang bersumber pada ketidakmampuan pekerja untuk bekerja dengan aman.     

4 Juni
Kenali potensi bahaya yang bersumber dari metode atau cara kerja. Cara atau metode bagaimana sebuah pekerjaan akan dilakukan harus ditetapkan sebelum pekerjaan dimulai. Selain aspek bagaimana pekerjaan akan dilakukan sampai dengan selesai, metode kerja juga harus mencakup aspek keselamatan pekerja, aset/alat dan lingkungan. Penerapan metode kerja yang tidak tepat bisa menyebabkan kecelakaan. 

5 Juni
Kenali potensi bahaya yang bersumber dari material yang digunakan. Sebelum melakukan pekerjaan kenali jenis dan sifat material yang akan digunakan dalam bekerja. Kenali apakah material berupa benda padat, cair atau gas. Kenali juga apakah material bisa mencederai langsung, mengandung racun atau membahayakan kesehatan dalam jangka panjang. Gagal mengantisipasi dan mengendalikan potensi bahaya yang berasal dari material dapat menyebabkan kecelakaan. 

6 Juni
Kenali potensi bahaya yang bersumber dari lingkungan kerja. Lingkungan tempat pekerjaan dilakukan bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Jalan berdebu atau licin setelah hujan, tanah longsor atau kegelapan merupakan contoh potensi bahaya yang berasal dari lingkungan kerja. Tidak mengantisipasi dan mengendalikan potensi bahaya yang berasal dari lingkungan kerja dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja.

7 Juni
Pahami dan terapkan hirarki pengendalian potensi bahaya atau resiko pekerjaan. Ada lima hirarki pengendalian bahaya atau resiko, yaitu eliminasi atau penghilangan, substitusi atau penggantian, rekayasa termasuk di dalamnya isolasi, administrasi dan pemakaian alat pelindung diri (PPE). Lakukan pengendalian bahaya/resiko ini secara hirarkial yaitu terapkan mulai dari kontrol paling efektif yang memungkinkan. 

8 Juni
Kendalikan potensi bahaya yang bersumber dari peralatan kerja. Salah satu langkah penting untuk mengendalikan potensi bahaya yang berasal dari peralatan adalah melakukan pre–start check peralatan yang akan digunakan untuk bekerja. Bila ditemukan kerusakan, segera tindaklanjuti. Misalnya bila ditemukan kerusakan pada bagian kritis pengoperasian alat/kendaraan misalnya rem, kemudi atau sabuk pengaman operator, maka alat/kendaraan tidak boleh dioperasikan sampai dengan kerusakan diperbaiki dan alat/kendaraan dinyatakan aman untuk dioperasikan.  

9 Juni
Kendalikan potensi bahaya atau resiko yang bersumber dari pekerja. Salah satu aspek penting agar seseorang dapat bekerja dengan aman adalah terpenuhinya kompetensi untuk melakukan pekerjaan. Pastikan pekerja, terutama yang melakukan pekerjaan beresiko, adalah orang yang benar – benar kompeten untuk melakukan pekerjaan. Selain kompetensi, masih banyak sumber bahaya yang berasal dari pekerja, misalnya faktor kesehatan, stress dan keletihan, yang harus juga dikendalikan agar seseorang dapat bekerja dengan aman.      

10 Juni
Kendalikan potensi bahaya atau resiko yang bersumber dari metode atau cara kerja yang tidak tepat. Salah satu contoh perangkat untuk mengendalikan potensi bahaya yang bersumber dari metode atau cara kerja adalah prosedur pengoperasian standar (SOP) atau analisis keselamatan kerja (JSA). Dengan adanya prosedur pengoperasian standar atau analisis keselamatan kerja, selain pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target, keselamatan juga ditempatkan sebagai prioritas.

11 Juni
Kendalikan potensi bahaya atau resiko yang bersumber dari material yang digunakan dan lingkungan kerja. Salah satu cara mengendalikan potensi bahaya yang bersumber dari material adalah dengan mengenakan PPE yang sesuai atau dengan mengikuti petunjuk dalam MSDS untuk penggunaan bahan – bahan kimia. Sedangkan potensi bahaya lingkungan dapat dikendalikan misalnya dengan melakukan inspeksi lingkungan kerja sebelum bekerja dan menindaklanjuti temuan inspeksi.

12 Juni
Tema safety minggu kedua Juni 2020 adalah Susun JSA bila SOP tidak ada.

Pahami pentingnya Prosedur Pengoperasian Standar atau SOP. SOP merupakan petunjuk yang harus dijadikan acuan untuk melaksanakan pekerjaan dengan aman. Oleh karena itu, sebelum kita memulai pekerjaan beresiko apalagi beresiko tinggi, pastikan SOP telah dibuat dan disosialisasikan kepada pekerja yang terlibat dalam pekerjaan itu.

13 Juni
Pahami SOP pekerjaan yang akan Anda lakukan. Bertanyalah kepada supervisor Anda bila ada bagian dari SOP yang tidak Anda pahami. Pemahaman yang baik terhadap SOP akan menentukan keselamatan para pekerja dan tingkat keberhasilan pekerjaan yang dilakukan.

14 Juni
Ikuti SOP pekerjaan yang Anda lakukan. Setelah Anda memahami apa yang tertulis dalam SOP, ikuti apa yang tertulis di dalamnya. Bila ada keraguan, jangan mengambil jalan pintas, tetapi bertanyalah kepada atasan Anda. 

15 Juni
Pahami pentingnya JSA bila SOP tidak ada. Bila pekerjaan yang akan dilakukan berpotensi bahaya, sementara SOP belum disusun, sebuah Analisis Keselamatan Kerja atau JSA harus dilakukan. Agar JSA yang dilakukan benar dan valid sebagai perangkat pengidentifikasian dan pengendalian potensi bahaya pekerjaan, penyusunannya harus dilakukan oleh supervisor atau petugas safety yang telah terlatih dalam penyusunan JSA.

16 Juni
Susun JSA bila SOP tidak ada. Berikut adalah gambaran sekilas langkah – langkah penyusunan JSA:
§  Pertama, kenali dan pilih pekerjaan. Hanya pekerjaan berpotensi bahaya yang memerlukan JSA.
§  Kedua, bagi pekerjaan ke dalam beberapa langkah logis.
§  Ketiga, kenali potensi bahaya atau resiko pada setiap langkah pekerjaan.
§  Keempat, buatlah solusi untuk mengendalikan setiap potensi bahaya.
§  Langkah terakhir, catat JSA pada formulir dan tinjau kembali setelah pekerjaan selesai.

17 Juni
Sosialisasikan JSA kepada semua pekerja. Semua pekerja harus memahami JSA yang telah disusun. Atasan bersama – sama dengan fasilitator penyusunan JSA wajib mensosialisasikan JSA kepada seluruh pekerja yang terlibat dalam pekerjaan beresiko yang akan dilakukan.

18 Juni
Ikuti JSA sepanjang pekerjaan berlangsung. Karena JSA merupakan dokumen otentik petunjuk pelaksanaan pekerjaan, semua pekerja harus mengikutinya. Ketidakpatuhan terhadap JSA dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan serta tidak tercapainya target pekerjaan.

19 Juni
Tema keselamatan minggu ketiga Juni 2020 adalah Periksa peralatan dan lingkungan kerja sebelum mulai bekerja. 

Kenali peralatan kerja yang akan digunakan. Sebelum memulai suatu pekerjaan, kita harus mengetahui pekerjaan apa yang akan kita lakukan dan peralatan apa saja yang akan kita gunakan untuk melakukan pekerjaan. Selain mengetahui jenis peralatan, kita harus pula mengetahui potensi bahaya peralatan yang kita gunakan.

20 Juni
Identifikasi dan kendalikan potensi bahaya yang bersumber dari peralatan kerja yang akan kita gunakan. Setiap alat yang kita gunakan bisa menjadi sumber bahaya. Oleh sebab itu, setiap peralatan beresiko tinggi selalu dilengkapi dengan penilaian resiko/risk assesment. Siapapun yang menggunakan jenis peralatan seperti ini harus memahami risk assessment untuk peralatan itu. Dengan memahami risk assessment peralatan kerja, kita akan lebih waspada terhadap potensi bahaya peralatan kerja yang kita gunakan.

21 Juni
Selalu periksa peralatan kerja sebelum digunakan. Meskipun sebagian besar peralatan kerja telah diperiksa oleh petugas yang berwenang pada saat commisioning atau pemeriksaan lain, bukan berarti kita bisa berasumsi bahwa peralatan selalu aman untuk digunakan. Pemeriksaan rutin sebelum peralatan digunakan harus tetap dilakukan agar kondisi bahaya yang bersumber dari peralatan kerja dapat diketahui dan dikendalikan.

22 Juni
Pastikan peralatan kerja yang Anda gunakan telah lulus commisioning. Commisioning merupakan upaya perusahaan untuk memastikan alat dan kendaraan yang digunakan di lingkungan KPC telah benar – benar aman untuk bekerja. Bila Anda menjumpai alat atau kendaraan yang digunakan di wilayah KPC belum pernah di-commisioning atau di-test, segeralah Anda melaporkannya kepada atasan atau petugas safety.

23 Juni
Jangan gunakan peralatan yang tidak memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan perusahaan. Sesuai dengan ketentuan Aturan Baku KPC No.1, bila kita mengetahui peralatan kerja kita mengalami kerusakan yang membahayakan keselamatan, kita harus menghentikan pemakaian peralatan itu dan segera melaporkannya kepada atasan atau pihak yang berwenang. Mereka yang akan menentukan langkah apa yang harus diambil dengan peralatan yang rusak itu.

24 Juni
Periksa lingkungan kerja sebelum pekerjaan dimulai. Selain memeriksa peralatan kerja yang akan kita gunakan, periksa pula lingkungan di mana pekerjaan akan dilakukan. Identifikasi potensi bahaya lingkungan yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Bila Anda memiliki pengetahuan, ketrampilan dan wewenang untuk mengendalikan bahaya yang ada, lakukan! Bila tidak memiliki pengetahuan, ketrampilan dan wewenang untuk mengendalikan bahaya, laporkan kepada atasan atau pihak yang berwenang.

25 Juni
Kendalikan potensi bahaya atau resiko yang berasal dari lingkungan kerja. Potensi bahaya yang berasal dari lingkungan kerja dapat dikendalikan dengan langkah awal melakukan inspeksi lingkungan kerja yang memadai dan menindaklanjuti temuan inspeksi. Temuan–temuan yang dapat menyebabkan kecelakaan fatal harus diprioritaskan untuk dikendalikan sebelum pekerjaan dilakukan.

26 Juni
Tema keselamatan minggu keempat Juni 2020 adalah Jangan mengambil jalan pintas. 

Sebelum memulai pekerjaan, Anda harus mengidentifikasi bahaya yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut dan Anda harus mengendalikan bahaya tersebut supaya Anda bisa bekerja dengan aman. Bila pekerjaan itu tidak aman, jangan dilakukan dan beritahu supervisor Anda. Bila Anda ragu apakah tugas itu aman, bertanyalah kepada supervisor.

27 Juni
Anda harus mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya yang berhubungan dengan pekerjaan sebelum mulai bekerja. Bila terdapat Prosedur Pengoperasian Standar (SOP) untuk pekerjaan itu, Anda harus mengikutinya. Bila tidak terdapat SOP dan pekerjaan itu berpotensi bahaya, Anda harus melakukan Analisis Keselamatan Kerja (JSA).

28 Juni
Jangan mengambil jalan pintas yang membahayakan keselamatan. Jalan pintas memang dapat mempersingkat waktu, menghemat tenaga dan biaya tetapi bila jalan pintas yang dilakukan dapat mengakibatkan kecelakaan dan cedera, jalan pintas yang dilakukan justru akan merugikan perusahaan dan karyawan sendiri. Oleh karena itu, selalu ikuti prosedur bekerja aman atau JSA selama melakukan pekerjaan.

29 Juni
Hentikan pekerjaan yang tidak aman. Pekerjaan yang tidak aman harus dihentikan, karena bila terus dilakukan akan menyebabkan kecelakaan. Pekerjaan boleh dilakukan kembali bila kontrol terhadap bahaya dan resiko pekerjaan telah dilakukan.

30 Juni
Laporkan pekerjaan yang tidak aman kepada supervisor atau atasan langsung. Melaporkan bahaya merupakan tugas setiap individu. Apabila Anda memiliki wewenang dan kemampuan untuk mengendalikan bahaya, lakukan itu. Tetapi bila tidak memiliki dua syarat itu, laporkan kondisi bahaya yang ada kepada supervisor atau pihak yang berwenang di lingkungan kerja itu.



Selesai

”SAFETY IS SIMPLE, LIKE AS A B C
Always Be Careful”